Sudah 2 tahun rasanya aku berada di sekitaran tempat ini. Kuakui memang banyak yang aku lihat, mungkin terlalu banyak.
Sekitaran menjelaskan lingkungan yang ada di sekitarku. Aku bagian dari sekitaran itu, sempat berada disana.
Aku tidak mencoba memisahkan diri dari sekitaran itu tetapi mungkin terlalu banyak yang aku lihat sampai aku sempat tidak tau dimana diriku dengan semua sekitaran yang ada.
Aku tidak menghakimi apapun tapi untungnya orang-orang paling terdekatku mengingatkanku untuk kembali ke langkah awal. Aku menertawakan diriku karena kebodohan yang membuatku tak sempat menyadari kapasitas diriku, disaat aku terlalu sombong dengan semua teori yang ada tanpa implementasi. Aku tertawa disaat aku terjatuh dan pelarian bodoh yang aku ambil mendatangkan malapetaka. Aku terlalu cepat menyimpulkan dengan semua tawa yang ada. Aku terlalu terlena dengan ilusi yang aku buat. Ya, aku terlalu jauh.
Aku kembali ke titik 0 dimana aku mengambil sisa-sisa yang dulu menjadi kehidupanku dan memilih mana yang akan aku bawa dari sekitaran sekarang. Aku menjalani keduanya tetapi lebih berat kepada kehidupanku yang lama.
Semua orang akan kembali ke titik 0 dan aku juga begitu.
Sekitaranku adalah tontonanku dan hal yang pasti sekarang adalah diriku dimana aku memilih waktu untuk menonton dan memilih tontonan mana yang akan aku masuki. Aku yang menentukan sekitaranku bukan sekitaranku yang menentukanku.
Kujamin, bukan hanya teori.
Sekitaran menjelaskan lingkungan yang ada di sekitarku. Aku bagian dari sekitaran itu, sempat berada disana.
Aku tidak mencoba memisahkan diri dari sekitaran itu tetapi mungkin terlalu banyak yang aku lihat sampai aku sempat tidak tau dimana diriku dengan semua sekitaran yang ada.
Aku tidak menghakimi apapun tapi untungnya orang-orang paling terdekatku mengingatkanku untuk kembali ke langkah awal. Aku menertawakan diriku karena kebodohan yang membuatku tak sempat menyadari kapasitas diriku, disaat aku terlalu sombong dengan semua teori yang ada tanpa implementasi. Aku tertawa disaat aku terjatuh dan pelarian bodoh yang aku ambil mendatangkan malapetaka. Aku terlalu cepat menyimpulkan dengan semua tawa yang ada. Aku terlalu terlena dengan ilusi yang aku buat. Ya, aku terlalu jauh.
Aku kembali ke titik 0 dimana aku mengambil sisa-sisa yang dulu menjadi kehidupanku dan memilih mana yang akan aku bawa dari sekitaran sekarang. Aku menjalani keduanya tetapi lebih berat kepada kehidupanku yang lama.
Semua orang akan kembali ke titik 0 dan aku juga begitu.
Sekitaranku adalah tontonanku dan hal yang pasti sekarang adalah diriku dimana aku memilih waktu untuk menonton dan memilih tontonan mana yang akan aku masuki. Aku yang menentukan sekitaranku bukan sekitaranku yang menentukanku.
Kujamin, bukan hanya teori.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar