"Ga, 50 hari lagi."
"Kenapa diitung, Bem?"
"Kadonya kira-kira apa ya, Ga?"
"Biru Hijau."
"Kenapa itu?"
"Biar lo ga kemana-mana lagi, Bem."
"Penjarain gue ya, Ga?"
"Iya. Setelah Biru Hijau akan banyak yang lain lagi supaya lo ga bisa kemana-mana."
Makna 50 hari lagi buat dia bukan sebuah kado ataupun harapan-harapan umum seperti yang diucapkan orang pada umumnya. Makna 50 hari lagi buat adalah sebuah tindakan untuk memenjarakan saya.
"Untung buat lo apa, Ga?"
"Sebuah kata yang melebihi senyum."
"Senyum dari sebuah pemenjaraan?"
"Iya."
"Setiap hari gue bisa senyum tanpa dipenjara."
"Lo bukan hanya senyum saat gue penjara."
"Seumur hidup?"
"Seumur hidup."
"Janji?"
Makna 50 hari lagi buat dia pemenjaraan tanpa pengesahan janji. Dia hanya meminta kata-kata.
"Bem, kenapa harus janji? Seolah lo tidak menikmati."
"Ga, kenapa gue harus dipenjara? Seolah lo tidak menikmati."
Saya tau dia takut menghadapi 50 hari lagi. Saya tau dia melebihi siapapun.
"50 hari lagi, Ga."
"Iya, Bem."
"Sudah siap, Ga?"
"Tidak siap."
Saya mengenal dia.
"Lo di tangga keberapa, Ga?"
"Itu yang paling gue takut."
"Sesuai ga?"
"Logikanya mengatakan iya."
"Logika berdasarkan sesuatu yang imajiner?"
Saya mengerti dia.
"Bem,logika berdasarkan sesuatu yang imajiner seperti blur."
"Jawabannya tidak pasti."
Saya menerima dia.
"Bem,gue ngerti, satu-satunya jawaban yang pasti adalah diri gue."
Saya memeluk dia, dia memeluk saya.
"Bem, satu hal yang paling nyata di hidup gue adalah jumlah rokok gue sekarang tinggal 1 batang."
"Kenapa diitung, Bem?"
"Kadonya kira-kira apa ya, Ga?"
"Biru Hijau."
"Kenapa itu?"
"Biar lo ga kemana-mana lagi, Bem."
"Penjarain gue ya, Ga?"
"Iya. Setelah Biru Hijau akan banyak yang lain lagi supaya lo ga bisa kemana-mana."
Makna 50 hari lagi buat dia bukan sebuah kado ataupun harapan-harapan umum seperti yang diucapkan orang pada umumnya. Makna 50 hari lagi buat adalah sebuah tindakan untuk memenjarakan saya.
"Untung buat lo apa, Ga?"
"Sebuah kata yang melebihi senyum."
"Senyum dari sebuah pemenjaraan?"
"Iya."
"Setiap hari gue bisa senyum tanpa dipenjara."
"Lo bukan hanya senyum saat gue penjara."
"Seumur hidup?"
"Seumur hidup."
"Janji?"
Makna 50 hari lagi buat dia pemenjaraan tanpa pengesahan janji. Dia hanya meminta kata-kata.
"Bem, kenapa harus janji? Seolah lo tidak menikmati."
"Ga, kenapa gue harus dipenjara? Seolah lo tidak menikmati."
Saya tau dia takut menghadapi 50 hari lagi. Saya tau dia melebihi siapapun.
"50 hari lagi, Ga."
"Iya, Bem."
"Sudah siap, Ga?"
"Tidak siap."
Saya mengenal dia.
"Lo di tangga keberapa, Ga?"
"Itu yang paling gue takut."
"Sesuai ga?"
"Logikanya mengatakan iya."
"Logika berdasarkan sesuatu yang imajiner?"
Saya mengerti dia.
"Bem,logika berdasarkan sesuatu yang imajiner seperti blur."
"Jawabannya tidak pasti."
Saya menerima dia.
"Bem,gue ngerti, satu-satunya jawaban yang pasti adalah diri gue."
Saya memeluk dia, dia memeluk saya.
"Bem, satu hal yang paling nyata di hidup gue adalah jumlah rokok gue sekarang tinggal 1 batang."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar