Semua manusia tau bahwa lampu memberikan terangnya, kita tau darimana asal terang itu, kita dapat memegang sumber cahayanya tetapi kita tidak bisa memegang cahayanya, kita hanya bisa merasakannya.
Aku sempat berada di sebuah stasiun. Aku sempat tersesat. Aku sepertinya salah membaca tujuan tiketku. Aku berdiri di peron yang salah. Aku tampaknya terlalu yakin sampai aku naik ke atas kereta itu. Disaat petugas pengecekan tiket datang dan mengecek tiketku, dia mengatakan aku berada di kereta yang salah. Sesaat aku melihat tiketku, aku menyadari aku keliru. Petugas itu tidak memarahiku, dia menurunkanku di stasiun terdekat dan memberikan tiket gratis untuk kembali ke stasiun semula dan aku mendapatkan banyak pelajaran. Aku tiba di stasiun pertama dan tanpa pernah kusadari, kereta yang seharusnya kunaiki, menungguku dan ntah dari kapan dia meneriakkan namaku tapi aku tidak peduli. Aku terlalu terfokus dengan kekeliruanku, aku terlalu fokus dengan keyakinan diriku. Walaupun aku salah, kereta pertama mengajariku banyak hal dan mengantarkanku ke kereta yang seharusnya kunaiki.
Aku naik ke dalam kereta itu, duduk diam, senang dan tenang karena kereta ini adalah kereta yang aku tuju. Aku sangat yakin kali ini. Saat aku duduk di dalam kereta itu, aku berpikir, Aku tau kereta ini akan berhenti di pemberhentian tujuannya yang akan menjadi tujuanku. Pada saat hal itu terjadi, aku akan turun dari kereta itu dan mengucapkan selamat tinggal. Kereta itu akan pergi melanjutkan perjalanannya dan aku berjalan pergi dengan kehidupanku. Pada akhirnya, aku dan kereta hanya akan dipertemukan kembali melalui sebuah cerita.
Aku memikirkan mengenai akhir dari perjalanan ini dan aku memperkirakan akan menjadi seperti itu. Pikiran itu membuat saya menikmati moment yang ada saat ini dan membuat ini semua menjadi cerita terindah yang pernah ada. Mungkin menjadi cerita terindah dalam hidup saya dan mungkin juga saya bisa menjadi penumpang yang tak terlupakan oleh si kereta. Saya tidak tidur di dalam kereta itu, sebenarnya saya cukup gelisah karena saya tidak tau kapan kereta ini berhenti di tempat tujuan saya. Saya membiarkan kereta ini membawa saya, kereta ini memberikan keindahan yang luar biasa, melewati pemandangan indah yang tak pernah saya bayangkan. Pertanyaan yang menemani saat itu, kapan kereta ini berhenti di tempat tujuan saya? Setiap penumpang harus turun di tempatnya masing-masing agar dapat memenuhi kebutuhannya dan kereta dapat mengangkut penumpang lain dengan cerita yang berbeda. Apabila saya terus menjadi penumpang di dalamnya, mungkin ceritanya akan berbeda. Sejujurnya saya tidak apa yang akan terjadi. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti berpikir terlalu jauh dan menikmati waktu yang ada bersama kereta ini.
Hal yang pasti, semuanya pasti ada ujung, tempat pemberhentianku atau bukan tetapi selamat tinggal akan terucap. Ini semua akan menjadi rangkaian cerita terindah, tak terlupakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar