sebuah bangun ruang

Hanya sebuah pandangan hidup dengan segala keterbatasan tangga yang dilalui

e-think

ABCD"E"FGHIJK....

Senin, 22 Agustus 2011

21 tahun dan 7 hari

Saya berkelana, dari satu kereta ke kereta yang lain, saya turun di tempat yang saya inginkan dan di setiap terminal memiliki ceritanya masing-masing. Tidak di semua terminal berkahir dengan sempurna tapi ujungnya saya tau kapan saya harus turun. Mungkin saya mengibaratkan hidup saya seperti itu.

Hidup bukan tujuan, hidup itu sebuah perjalanan, hidup itu proses. Saya berpikir bahwa saya merasakan sesuatu yang sama sekali tidak nyata tetapi saya tau itu ada. Hidup penuh dengan hal yang tidak nyata tetapi diyakini ada. Ternyata hal yang tidak nyata itu tidaklah penting, sama sekali tidak penting. Hal-hal itu akan hilang karena memang tidak ada wujudnya. Hal itu masalah sepele yang bisa dikendalikan. 

Akhirnya, saya mengerti apa arti pulang, saya mengerti arti dari sebuah keluarga, saya mengerti apa yang ingin saya lakukan, saya mengerti apa yang harus saya pikirkan, saya mengerti apa yang harus saya perbuat, saya mengerti memilah-milah, saya mengerti beberapa hal mendasar yang membuat saya lebih mantap berjalan dengan diri saya sendiri. 

Saya mengerti apa arti pulang tetapi saya belum menemukan rumah saya, tempat saya keluar dari terminal. Saya belum menemukan rumah saya, tempat saya tidak memikirkan dan menunggu kereta-kereta itu. Saya belum menemukan rumah saya, tempat sesuatu yang tidak nyata tak berwujud menjadi suatu wujud nyata yang kongkrit.

Saya menantikan saat dimana rumah itu lebih berharga dari perjalanan saya. Sampai titik ini, saya masih berada di terminal dan menunggu kereta yang akan datang. Hidup saya sejauh ini sudah penuh dan saya bahagia dengan kedamaian yang berasal dari diri saya sendiri. Saya merasa cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar