sebuah bangun ruang

Hanya sebuah pandangan hidup dengan segala keterbatasan tangga yang dilalui

e-think

ABCD"E"FGHIJK....

Jumat, 11 Mei 2012

Ter-

Aku sedang duduk menatap kosong ke depan, memperhatikan orang-orang yang sedang berlalu-lalang di depanku. Aku duduk sendiri di deretan itu, sama sekali tidak berminat untuk menyapa siapapun. Aku masih terduduk dengan menghisap rokokku, tak memperdulikan siapa yang datang dan duduk di sebelahku.

Orang itu mulai bersuara dan bercerita, sangat dekat dengan telingaku. Aku hanya melirik dan tidak mengubrisnya karena kukira dia tidak sedang berbicara denganku.

Orang itu bercerita,
Aku makan sesuatu yang sudah tidak pernah kumakan lagi. Aku merangkai kata-kata yang belum pernah kudengar sebelumnya. Aku diracuni oleh makanan itu berulang-ulang kali. Aku merindukan nasi dan ikan yang biasanya selalu aku makan. Apakah tidak ada yang mengenal jenis makanan yang selalu aku makan? Memang, aku selalu memakannya seorang diri tapi kenapa di tempat ini yang notabenenya semua orang mengetahui makanan itu, tetapi, tidak memberikanku waktu sedikit saja untuk makan makanan itu. Aku berada di tempat yang salah. Bahkan perutku kuberikan untuk makanan lain yang tidak membuatku tertarik. Aku makan beramai-ramai, mengikuti selera oranglain tapi lihat aku, seolah-olah tidak punya pilihan lain selain terus memakan makanan itu. Makanan yang kucoba untuk mengerti dan membiarkannya masuk ke dalam perutku. Sementara mereka tidak mengerti ucapanku. 

Aku menolehkan muka ku melihatnya, mulai penasaran dengan analogi yang dikeluarkan oleh mulutnya. Siapa gerangan orang itu? Dia sedang menatap lurus, aku menatapnya sampai akhirnya dia sadar bahwa aku memperhatikannya dan akhirnya dia menatapku, kami saling bertatapan sejenak, lalu kami berdua tersenyum canggung tak mengerti kenapa akhirnya beradu mata. 

Setelah tatapan itu, aku membuang muka dan melanjutkan menghisap rokokku. Dia pergi entah kemana aku tidak terlalu memperhatikan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar