sebuah bangun ruang

Hanya sebuah pandangan hidup dengan segala keterbatasan tangga yang dilalui

e-think

ABCD"E"FGHIJK....

Jumat, 11 Mei 2012

Sehelai Rambut

Sehelai rambut yang rontok di kasur berkata kepadaku : Lemana perginya helaian rambut lainnya? Aku biasanya tergerai dengan yang lainnya, saling menguatkan agar tidak lepas dari akarnya. Hal yang paling aku ingat adalah bagaimana kuatnya aku tertopang di akar itu, bagaimana kokohnya aku berada di sana.

Dia mengatakan lagi : Lihat aku sekarang, apa aku cukup kuat dan kokoh untuk tergerai indah? Aku hanya tinggal untuk menunggu, menunggu disapu dari kamarmu dan berakhir di tempat sampah. 

Baju Merah dan Celana Jeans

Seseorang berkata kepadaku, " Aku menyalakan api disaat aku kedinginan, Aku mengendarai mobilku disaat aku ingin pergi, Aku mendengarkan lelucon disaat aku muram, Aku menyalakan lagu disaat aku kesepian, Aku mencari bolpen disaat aku aku ingin menulis, Aku membutuhkan kopi disaat aku ingin terjaga dan Aku akan berada di kasur disaat aku ingin terlelap."

Api berkata kepadaku, " Disaat aku menyalakan diriku sendiri mencoba untuk menghangatkan, dia menjauh dariku."

Mobil berkata kepadaku, " Disaat aku ingin mengendarai diriku sendiri untuk mengajaknya pergi, dia hanya ingin diam."

Lelucon berkata kepadaku, " Disaat aku ingin menghiburnya, dia menyuruhku diam."

Lagu berkata kepadaku, " Disaat aku bernyanyi untuknya, dia menghentikan suaraku."

Bolpen berkata kepadaku, " Disaat aku ingin menulis untuknya, dia tidak pernah membacanya."

Kopi berkata kepadaku, " Disaat aku ingin membuatnya terjaga, dia memilih untuk tidur."

Kasur berkata kepadaku, " Disaat aku ingin memberikannya kenyamanan, dia memilih untuk terjaga."

Seseorang berkata kepadaku, " Aku datang bukan untuk ditampung tapi untuk dipilih, Aku datang bukan untuk bermimpi tapi untuk realita, Aku datang bukan untuk diam tapi untuk berbagi, Aku datang bukan untuk merebut tapi untuk memadu, Aku datang bukan untuk dikasihani tapi untuk menghadapi, Aku datang bukan untuk kamu tapi untuk kita dan kalaupun Aku pergi itu juga untuk kita. Disaat Aku pergi berarti aku sudah kalah tapi aku tidak menyerah. Aku menunggu."

Seseorang berkata kepadaku, " Aku bahagia hidup seperti ini. Hidupku bersama diriku tanpa merasa diganggu. Apa kamu terganggu? "

Ter-

Aku sedang duduk menatap kosong ke depan, memperhatikan orang-orang yang sedang berlalu-lalang di depanku. Aku duduk sendiri di deretan itu, sama sekali tidak berminat untuk menyapa siapapun. Aku masih terduduk dengan menghisap rokokku, tak memperdulikan siapa yang datang dan duduk di sebelahku.

Orang itu mulai bersuara dan bercerita, sangat dekat dengan telingaku. Aku hanya melirik dan tidak mengubrisnya karena kukira dia tidak sedang berbicara denganku.

Orang itu bercerita,
Aku makan sesuatu yang sudah tidak pernah kumakan lagi. Aku merangkai kata-kata yang belum pernah kudengar sebelumnya. Aku diracuni oleh makanan itu berulang-ulang kali. Aku merindukan nasi dan ikan yang biasanya selalu aku makan. Apakah tidak ada yang mengenal jenis makanan yang selalu aku makan? Memang, aku selalu memakannya seorang diri tapi kenapa di tempat ini yang notabenenya semua orang mengetahui makanan itu, tetapi, tidak memberikanku waktu sedikit saja untuk makan makanan itu. Aku berada di tempat yang salah. Bahkan perutku kuberikan untuk makanan lain yang tidak membuatku tertarik. Aku makan beramai-ramai, mengikuti selera oranglain tapi lihat aku, seolah-olah tidak punya pilihan lain selain terus memakan makanan itu. Makanan yang kucoba untuk mengerti dan membiarkannya masuk ke dalam perutku. Sementara mereka tidak mengerti ucapanku. 

Aku menolehkan muka ku melihatnya, mulai penasaran dengan analogi yang dikeluarkan oleh mulutnya. Siapa gerangan orang itu? Dia sedang menatap lurus, aku menatapnya sampai akhirnya dia sadar bahwa aku memperhatikannya dan akhirnya dia menatapku, kami saling bertatapan sejenak, lalu kami berdua tersenyum canggung tak mengerti kenapa akhirnya beradu mata. 

Setelah tatapan itu, aku membuang muka dan melanjutkan menghisap rokokku. Dia pergi entah kemana aku tidak terlalu memperhatikan.